Data absensi dipakai untuk pendidikan dan keamanan, bukan diskriminasi.
Kode Etik
Aturan diterapkan konsisten untuk siswa, guru, dan operator.
Akses dibatasi hanya untuk staf yang berwenang dan terlatih.
Hindari penyalahgunaan fitur biometrik atau verifikasi identitas.
Sediakan jalur koreksi untuk sengketa data absensi.
Hormati martabat siswa dan standar komunikasi dengan orang tua.